Hipotesis, Bahan, Konstanta, dan Variabel
Binatu adalah hasil tak terelakkan karena berpakaian. Proyek sains adalah hasil tak terelakkan dari memiliki anak di sekolah. Mencari topik untuk proyek sains hampir lebih sulit daripada mengerjakan proyek. Mengapa tidak melakukan proyek perbandingan deterjen cucian? Panduan ini dapat diadaptasi untuk anak-anak yang lebih muda atau untuk proyek sains sekolah menengah.
Pedoman ini dapat digunakan untuk membandingkan:
- Yang merek deterjen menghilangkan noda spesifik lebih efektif
- Detergen buatan sendiri vs detergen merek komersial
- Deterjen berbahan dasar nabati vs deterjen pencuci berbasis petrokimia
- Enzim detergen ditingkatkan vs deterjen non-enzim (detergen dengan harga lebih tinggi dibandingkan deterjen murah)
Proses yang sama juga dapat digunakan untuk membandingkan efek dari berbagai jenis pemutih pada berbagai kain - pemutih klorin vs hidrogen peroksida vs pemutih berbasis oksigen.
Mulai dengan Penelitian
Sebelum meluncurkan proyek sains apa pun, penelitian harus dilakukan untuk memberi siswa pengetahuan kerja sebelum perbandingan pengujian dimulai. Untuk proyek ini, penting untuk mempelajari komponen deterjen dan bagaimana mereka berfungsi dalam menghilangkan tanah dan noda. Sementara hampir semua label deterjen menampilkan informasi tentang bahan-bahan produk, beberapa tidak menyertakan daftar lengkap. Namun, daftar bahan produk lengkap-serta Lembar Data Keamanan Bahan-dapat dikumpulkan dengan menghubungi lini bantuan konsumen produk atau mengunjungi situs web produsen.
Jika percobaan adalah untuk menguji produk cucian buatan sendiri, kumpulkan formula untuk deterjen cair dan bubuk . Buat daftar bahan yang dibutuhkan untuk membuat deterjen ini untuk proyek.
Penting juga untuk memahami komponen noda dan bagaimana bahan-bahan yang berbeda dalam deterjen mempengaruhi setiap jenis noda.
Noda dapat dibagi menjadi berbasis protein, berbasis minyak, berbasis tanin, pewarna dan kombinasi noda.
Mengumpulkan penelitian latar belakang ini akan membantu mengembangkan hipotesis dan menentukan eksperimen yang ingin Anda lakukan.
Nyatakan Hipotesis
Hipotesis adalah pernyataan atau prediksi yang dibuat atas dasar bukti ilmiah yang terbatas tetapi sebagai titik awal untuk penyelidikan lebih lanjut. Hipotesis harus didasarkan pada penalaran tetapi tanpa asumsi kebenarannya. Eksperimen yang dilakukan sebenarnya akan menentukan apakah hipotesis itu benar atau salah.
Contoh hipotesis untuk proyek sains deterjen cucian:
- Detergen laundry yang mengandung enzim akan menghilangkan noda lebih efektif daripada deterjen yang tidak mengandung enzim.
- Detergen cucian buatan sendiri akan menghilangkan noda lebih efektif daripada deterjen berbasis komersial.
- Detergen pencuci berbasis tanaman akan menghilangkan noda lebih efektif daripada deterjen pencuci berbasis petrokimia.
Kumpulkan Komponen Eksperimen
Percobaan adalah kendaraan untuk menguji hipotesis. Sangat penting untuk mengembangkan daftar bahan, konstanta dan variabel.
- Material
Kain Uji: Kecuali Anda menguji bagaimana deterjen (-kuci) membersihkan noda dari berbagai jenis kain, setiap kotak uji harus sama dalam jenis kain, ukuran dan berat.
Adalah penting untuk mengetahui kandungan serat kuadrat - 100 persen kapas adalah standar. Untuk mencapai data terbaik untuk analisis, miliki beberapa kotak pengujian untuk setiap langkah dari eksperimen Anda. Pastikan untuk menyimpan beberapa kotak tanpa noda untuk digunakan sebagai pembanding dasar.
Produk Binatu: Kumpulkan semua produk yang akan Anda gunakan sebelum memulai percobaan untuk mengurangi variabel jika Anda harus menunda proses untuk berlari ke toko.
Label: Setiap kotak percobaan harus diberi label dengan spidol permanen sehingga tidak ada kebingungan dalam data.
Alat Ukur: Pengukuran yang tepat penting untuk kedua bahan yang digunakan untuk pewarnaan dan untuk produk deterjen yang digunakan. Gelas ukur dan sendok standar sangat penting.
Termometer: Suhu air adalah variabel yang dapat dikontrol dengan memastikan bahwa setiap kotak uji dicuci pada suhu yang sama.
Bahan Pewarnaan: Apakah Anda menggunakan kecap, minyak, stroberi atau minuman ringan bubuk (Kool-Aid) untuk mewarnai test square, pastikan untuk menggunakan merek yang sama dan jumlah yang sama pada setiap tes.
- Melakukan Eksperimen
Buat konstanta untuk kotak percobaan-percobaan Anda, pewarna material, suhu air, jumlah deterjen, metode pembersihan, metode pengeringan
Menetapkan variabel-deterjen berbeda yang digunakan atau jenis noda yang berbeda atau metode pencucian yang berbeda
Mengumpulkan data
Sebelum memulai percobaan, tentukan data yang ingin Anda kumpulkan. Dengan memiliki kotak uji dasar, Anda dapat lebih mudah menilai deterjen yang dibersihkan lebih efisien. Ini akan membantu untuk memiliki mikroskop atau kaca pembesar untuk mengamati berapa banyak noda masih tertinggal di kain setelah dicuci.
Analisis Data
Sebelum Anda menarik kesimpulan akhir, data harus dianalisis. Anda dapat menggunakan statistik untuk menentukan apakah ada hubungan yang lebih kuat antara jenis deterjen tertentu dan penghapusan noda daripada yang ada di antara jenis lain.