Sebuah rutinitas Paskah yang berarti untuk dicoba bersama anak-anak
Bagi kebanyakan orang Kristen, Paskah mungkin adalah hari raya paling suci yang dirayakan. Tradisi keluarga penting selama liburan ini. Tradisi yang umum adalah memanggang roti Kebangkitan dan kue. Anggota forum kami membagikan dua resep favorit mereka yang mereka gunakan untuk merayakan kebangkitan Kristus.
Resep pertama untuk Kebangkitan ini adalah cara yang bagus untuk mencoba anak-anak. Sangat mudah, menyenangkan untuk dibuat, menyenangkan untuk dimakan, dan kesempatan ikatan yang sempurna selama liburan.
Resurrection Buns Recipe (dari Sharon D.)
Apa Bahan dan Apa Artinya?
- 10 oz. biskuit biskuit (akan membuat sekitar 8 roti)
- sekitar 1/4 cangkir mentega cair
- sekitar 3 sendok makan gula putih - manisnya gula melambangkan bagaimana Yesus memberi kita hadiah termanis yang pernah kita terima.
- sekitar 3 sendok makan kayu manis - bumbu-bumbu mewakili rempah-rempah yang digunakan untuk mengurapi tubuh Yesus sebelum penguburan-Nya.
- 8 marshmallow besar (1 per bun) - marshmallow mewakili Yesus.
Arah
- Setiap anak mengambil biskuit kaleng dan ratakan sampai sekitar 5 inci.
- Mereka menyebarkan mentega cair, gula dan kayu manis di atasnya. Di sini, Anda dapat menjelaskan arti dari rempah-rempah ini, seperti yang dijelaskan di atas.
- Setiap anak mendapat satu marshmallow besar, yang mewakili Yesus. Mereka menempatkan marshmallow di tengah biskuit lalu melipat sisi di sekitarnya membentuk "makam".
Anda dapat membantu anak-anak yang lebih muda mencubit sisi-sisi kuburan mereka tertutup dan kemudian meletakkannya di atas loyang sehingga tidak akan terbuka saat memasak.
- Taruh lebih banyak mentega, kayu manis, dan gula di luar sanggul.
- Pada titik ini, Anda dapat melanjutkan dan memanggang roti, atau menunggu untuk memanggangnya di pagi hari sementara anak-anak sedang berburu telur. Ikuti petunjuk pembakaran pada paket biskuit dan pastikan untuk memungkinkan waktu pendinginan, karena marshmallow akan sangat panas.
- Mintalah anak-anak menggigit roti. Mereka akan terkejut menemukan pusat kosong sejak marshmallow meleleh! Ketika setiap anak menemukan kubur yang kosong, kita ulangi: Dia tidak ada di sini karena Ia telah bangkit.
Memanggang roti Kebangkitan ini telah menjadi tradisi pagi Paskah yang indah di rumah kita. Anak-anak saya mulai bertanya minggu sebelumnya jika kita akan membuat "roti makam kosong" lagi. Mereka membuat dan menikmati makanan lezat, dan belajar pentingnya juga. Plus, ini adalah tradisi yang dapat mereka nikmati dengan keluarga mereka sendiri di masa depan.
Dari Kimmer
Akan dibuat malam sebelum Paskah
Bahan:
- 1 cangkir pecan utuh
- 1 sendok teh cuka
- 3 putih telur
- sedikit garam
- 1 cangkir gula putih
- ritsleting baggie
- sendok kayu
- tape
- Alkitab
Biarkan setiap anak mencium cuka.
Masukkan 1 sendok teh cuka ke dalam mangkuk. Jelaskan bahwa ketika Yesus haus di kayu salib, dia diberi cuka untuk diminum. Baca Yohanes 19: 28-30.
Tambahkan putih telur ke cuka. Telur mewakili kehidupan. Jelaskan bahwa Yesus memberikan hidup-Nya untuk memberi kita kehidupan. Baca Yohanes 10: 10-11.
Taburkan sedikit garam ke tangan masing-masing anak. Biarkan mereka mencicipinya dan sikat sisanya ke dalam mangkuk. Jelaskan bahwa ini mewakili air mata asin yang dicurahkan oleh pengikut Yesus, dan kepahitan dari dosa kita sendiri. Baca Lukas 23:27.
Sejauh ini bahan-bahannya tidak terlalu membangkitkan selera. Tambahkan 1 cangkir gula. Jelaskan bahwa bagian yang paling manis dari kisah ini adalah bahwa Yesus mati karena Dia mengasihi kita. Dia ingin kita tahu dan menjadi milikNya. Baca Ps. 34: 8 dan Yohanes 3:16.
Kocok dengan mixer pada kecepatan tinggi selama 12 hingga 15 menit hingga terbentuk puncak yang kaku. Jelaskan bahwa warna putih melambangkan kemurnian di mata Allah dari mereka yang dosa-dosanya telah dibersihkan oleh Yesus. Baca Yes.1: 18 dan Yohanes 3: 1-3.
Lipat dengan kacang yang patah. Jatuhkan dengan sendok teh ke atas kertas lilin tertutup lembaran kue. Jelaskan bahwa setiap gundukan mewakili kuburan berbatu di mana tubuh Yesus diletakkan. Baca Matt. 27: 57-60.
Masukkan loyang ke dalam oven, tutup pintunya dan matikan oven. Beri setiap anak sepotong selotip dan tutup pintu oven.
Jelaskan bahwa makam Yesus dimeteraikan. Baca Matt. 27: 65-66.
BUKA TEMPAT TIDUR! Jelaskan bahwa mereka mungkin merasa sedih meninggalkan kue di sana dalam semalam. Pengikut Yesus putus asa ketika makam itu dimeteraikan. Baca Yohanes 16:20 dan 22.
Pada pagi Paskah, buka oven dan beri setiap orang kue. Perhatikan permukaan yang retak dan gigitlah. Kue-kue itu kosong! Pada Paskah pertama, para pengikut Yesus takjub menemukan kubur itu terbuka dan kosong. Baca Matt. 28: 1-9